Plt Kadisdikbud Medan ke PTSP Ngaku Mau Jumpa Pejabat Kejari Medan, Valentino Ngaku Tak Tahu, Kajari Bungkam

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN-Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba beberapa orang wartawan terperangah melihat yang terjadi di ruang Pelayanan satu pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Bagaimana tidak, beberapa wartawan yang kebetulan akan menemui Kajari Medan saat itu menjadi terperangah saat melihat seorang pejabat Pemko Medan, yakni Plt Kadisdikbud Laksamana Putra Siregar tiba-tiba muncul diruanga PTSP tersebut. Kejadian itu terjadi pada, Senin (20/4/26) lalu.

Pejabat ini bersama staff nya masuk ke ruang Pelayanan Terpadu satu Pintu (PTSP) Kejari Medan dengan ungkapan akan bertemu ke salah satu pejabat di sana disampaikan ke petugas PTSP disana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat ini bersama staff nya masuk ke ruang Pelayanan Terpadu satu Pintu (PTSP) Kejari Medan dengan ungkapan akan bertemu ke salah satu pejabat di sana disampaikan ke petugas PTSP disana.

Namun, petugas PTSP Kejari Medan yang bertugas saat itu menyatakan, Pimpinan mereka dan pejabat terkait tak berada di kantor. 

Belum diketahui apa keperluan Laksamana Putra untuk bertemu pejabat di Kejari Medan, karena saat dikonfirmasi berulang sejak, Jumat ( 15/5/26),sampai berita ditayangkan, Sabtu (16/5/26), Plt Kadisdikbud Medan ini tak menjawab konfirmasi wartawan yang dilayangkan lewat pesan WhatsApp. 

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Valentino Harly Parluhutan Manurung, dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatssap, Minggu (17/4/26), mengatakan, belum mengetahui informasi yang yang dikonfirmsi wartawan kepadanya.

” Saya blm tahu informasi nya Krn saya blm pernah bertemu dgn PLT kadisdikbud medan atau pun bertemu pejabat Kejari medan,” kata Valentino.

Belum diperoleh keterangan dari Kajari Medan Ridwan Angsar, pejabat Kejari Medan terperiksa di Kejati Nusa Tenggara Timur akibat dugaan suap ini bungkam tak menjawab konfirmasi yang dilayangkan media ini, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga:  Harli Siregar Bilang HMI Dukung Penegakan Hukum dan Sumbangsih Dalam Kritik Kejati Sumut di Milad ke 79

Diketahui, Ridwan Angsar dijadwalkan diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/5/2026).  Pemeriksaan dilakukan lantaran Ridwan diduga memeras seorang kontraktor dalam kasus dugaan korupsi proyek renovasi sekolah, Hironimus Sonbai alias Roni. “Betul diperiksa hari ini di Kejati NTT,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT, Anak Agung Raka Putra Dharmana, kepada sejumlah media, Senin (4/5/2026) pagi lalu.

AKSI DEMO

Sebelumnya, Puluhan massa yang mengatasnamakan Dewan Peduli Negeri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Medan, Kamis, 7 Mei 2026. Mereka mendesak kejaksaan segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Koordinator aksi, Reza Nasution, mempertanyakan perkembangan penanganan program bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. 

Diberitakan sebelumnya, penanganan dugaan korupsi pengadaan atribut dan perlengkapan sekolah Tahun Anggaran 2024 di Disdikbud Medan  senilai sekitar Rp16 miliar resmi dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Medan sejak 22 Mei 2025. Alasan utama penghentian perkara adalah tidak ditemukannya unsur kerugian keuangan negara.

Namun, keputusan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan serius terkait transparansi, dasar hukum, dan metodologi penilaian kerugian negara dalam perkara ini.

Berdasarkan keterangan Kepala Kejari Medan Ridwan Angsar, Minggu (19/4/2026), perkara tersebut sebelumnya berada pada tahap penyelidikan. 

Dalam proses itu, jaksa telah memeriksa sejumlah saksi dan mencatat adanya pengembalian uang melalui dua Surat Tanda Setoran (STS), masing-masing sebesar Rp188.973.000 dan Rp745.405.400 tertanggal 16 Mei 2025. 

Total setoran tersebut kemudian menjadi salah satu dasar kesimpulan bahwa unsur kerugian negara belum terpenuhi. (PS/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kongres V Kornas GERBRAK Digelar di Momen Hakordia 2026
Pengamat Bilang Rico Waas Belajar Tanggungjawab Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab pada Masyarakat Soal ke Luar Negeri
Geruduk Gedung Kejatisu, ALAMP AKSI Bongkar Kredit Macet Bank Sumut
Temuan BPK Terhadap Penggunaan Anggaran PT PSU Disampaikan ALAMP AKSI Dalam Demo di Kejati Sumut
Rico Waas Diminta Buka ke Publik Izin Mendagri ke Luar Negeri saat Lounching KKMP
Dukung Olahraga Guna Cegah Narkoba dan Judol Disampaikan Kadispora dan Ketua KONI Medan di Penutupan Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan
Korupsi Aset PTPN 2 Rp. 263 Miliar Dituntut Rendah, PJU Kejati Enggan Temui Jurnalis, FKSM : Hati-Hati Koruptor Berpesta Kembali di Sumut
Menilik Sosok Dr Adlan, ASN Senior Pemko Medan Dinilai Layak Jabat Sekda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:14 WIB

Kongres V Kornas GERBRAK Digelar di Momen Hakordia 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:27 WIB

Pengamat Bilang Rico Waas Belajar Tanggungjawab Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab pada Masyarakat Soal ke Luar Negeri

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:06 WIB

Geruduk Gedung Kejatisu, ALAMP AKSI Bongkar Kredit Macet Bank Sumut

Senin, 18 Mei 2026 - 19:24 WIB

Temuan BPK Terhadap Penggunaan Anggaran PT PSU Disampaikan ALAMP AKSI Dalam Demo di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:26 WIB

Plt Kadisdikbud Medan ke PTSP Ngaku Mau Jumpa Pejabat Kejari Medan, Valentino Ngaku Tak Tahu, Kajari Bungkam

Berita Terbaru

Korupsi

Kongres V Kornas GERBRAK Digelar di Momen Hakordia 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:14 WIB