Presiden Prabowo Aktif di Diplomasi Internasional Kuatkan Posisi Indonesia di Panggung Global

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menanggapi kritik yang disampaikan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sugiat, langkah diplomasi yang dilakukan Prabowo merupakan strategi penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Sugiat mengatakan pihaknya menghormati pandangan Dino sebagai diplomat senior. Namun, ia menilai kondisi global saat ini menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

“Kami menghormati pandangan Pak Dino sebagai diplomat senior. Namun, kita harus melihat konstelasi global hari ini yang sedang tidak baik-baik saja. Di tengah ketegangan geopolitik dunia, kehadiran Pak Prabowo di panggung internasional bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan langkah proaktif untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut mewarnai arah kebijakan global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujar  Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, lanskap hubungan internasional telah berubah sehingga diplomasi tidak lagi dapat dijalankan hanya melalui pendekatan konvensional. Ia menilai kehadiran langsung seorang kepala negara menjadi bagian penting dalam membangun pengaruh Indonesia di tingkat global.

“Kita harus memahami bahwa lanskap global hari ini sudah berubah total. Kritik Pak Dino mungkin lahir dari perspektif diplomasi konvensional era lama. Namun di era seperti sekarang ini, kebijakan luar negeri tidak bisa lagi dijalankan dari balik meja penasihat atau sekadar menanti laporan di menara gading. Pak Prabowo sedang mempraktikkan apa yang disebut peta jalan pengaruh. Kehadiran fisik, jabat tangan langsung, dan dialog tatap muka antar-pemimpin negara adalah mata uang tertinggi dalam diplomasi modern,” katanya.

Sugiat menegaskan bahwa tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak terlepas dari meningkatnya peran Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, banyak negara yang menginginkan keterlibatan Indonesia dalam berbagai isu strategis global.

“Mengapa kunjungan luar negeri ini begitu intens? Jawabannya sederhana: karena dunia yang meminta kehadiran Indonesia. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, Indonesia tidak lagi memosisikan diri sebagai objek yang pasif, melainkan subjek yang menentukan,” ujarnya.

Ia menilai Presiden Prabowo saat ini membawa posisi tawar yang kuat sebagai pemimpin negara dengan potensi ekonomi besar, sekaligus representasi negara-negara berkembang atau Global South.

“Saat Pak Prabowo berkunjung, beliau membawa posisi tawar yang besar sebagai raksasa ekonomi baru, pemimpin Global South, dan jangkar stabilitas Asia Tenggara. Jadi, mari kita ubah cara pandang kita. Kita tidak sedang ‘mengetuk pintu’ negara lain, kita sedang memenuhi undangan sebagai pemain kunci dunia,” kata Sugiat.

Baca Juga:  Menilik Sosok Dr Adlan, ASN Senior Pemko Medan Dinilai Layak Jabat Sekda

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa diplomasi yang dijalankan Prabowo dilakukan secara seimbang kepada negara-negara mitra strategis, baik di kawasan Barat maupun Timur. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk nyata pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

“Jika sebelumnya politik luar negeri kita dinilai terlalu pasif, Pak Prabowo mempraktikkannya dengan lebih dinamis. Pak Prabowo mendatangi negara-negara mitra utama secara berimbang, baik Barat maupun Timur, untuk menegaskan bahwa Indonesia bersahabat dengan semua pihak, tetapi tidak bisa didikte oleh siapa pun. Ini adalah wujud nyata dari kedaulatan bangsa,” ujarnya.

Sugiat juga menepis anggapan bahwa aktivitas diplomasi luar negeri tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa berbagai kerja sama yang dibangun pemerintah bertujuan memperkuat kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

“Mungkin ada kesan bahwa urusan luar negeri itu jauh dari urusan rakyat kecil. Padahal sebaliknya. Ketika Pak Prabowo berbicara tentang ketahanan pangan, transfer teknologi pertahanan, atau kerja sama energi di luar negeri, tujuannya satu yaitu memastikan pasokan untuk dalam negeri aman, investasi masuk, dan lapangan kerja tercipta,” katanya.

Menurut Sugiat, Presiden Prabowo juga dikenal sebagai pemimpin yang bekerja cepat dan terukur dalam setiap agenda diplomasi yang dijalankan. Termasuk melakukan kunjungan ke luar neger.

“Setiap kunjungan selalu terukur dengan agenda yang padat dan konkret, mulai dari kesepakatan strategis hingga pengakuan internasional terhadap posisi Indonesia. Menghadapi dinamika dunia yang bergerak secepat kilat, diplomasi meja makan atau sekadar lewat surat tentu tidak lagi cukup,” ujarnya.

Meski demikian, Sugiat menegaskan bahwa Gerindra tetap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk para pakar hubungan internasional. Sugiat pun meminta agara Dino Pati Djalal aktif memberikan masukan kepada pemerintah.

“Sebagai partai yang terbuka, Gerindra melihat kritik dari tokoh seperti Pak Dino sebagai vitamin bagi demokrasi. Kami justru mengajak beliau dan para pakar hubungan internasional lainnya untuk terus memberikan masukan konstruktif. Mari kita kawal bersama agar posisi tawar Indonesia di dunia internasional yang saat ini sedang kuat-kuatnya, bisa memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (PS/REL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kejari Karo dan Satuan Pendidikan Se-Kabupaten Karo Teken MoU, Perkuat Pendampingan Hukum dan Pencegahan Pelanggaran di Lingkungan Sekolah
Tim Quick Respon Kodaeral Grebek Pengoplos Gas, 5 Tersangka Ditangkap dan Ratusan Tabung Disita
Tia Ayu Anggraini Sosialisasikan Perda No. 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Medan Labuhan dan Medan Marelan
Forwaka Dairi Dilantik, Irfandi Tekankan Profesionalisme dan Perlindungan Hukum dan Peningkatan Ekonomi Jurnalis
KKMP di Medan ‘Cangkang Kosong’, SPPG Diduga Cuekin Kopkel, FKKMP Sumut Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
FKSM Minta Stop Proyek Drainase di Jalan Baru-Jalan Andansari Kel. Terjun Diduga Mutu U Ditch Jelek, PPK akan Cek, Jaksa akan Puldata
Dugaan Tangan Kuat Gagalkan MBG dan KKMP di Medan, FKSM Minta Usut Monopoli Pengadaan Barang dan Abaikan Naker Lokal di SPPG di Kota Medan
Sumpah Serapah Pengendara Akibat Proyek Jalan Veteran Mangkrak, Bobby Nasution Diprank Dinas BMBKCK Sumut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Kejari Karo dan Satuan Pendidikan Se-Kabupaten Karo Teken MoU, Perkuat Pendampingan Hukum dan Pencegahan Pelanggaran di Lingkungan Sekolah

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:43 WIB

Tim Quick Respon Kodaeral Grebek Pengoplos Gas, 5 Tersangka Ditangkap dan Ratusan Tabung Disita

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Tia Ayu Anggraini Sosialisasikan Perda No. 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Medan Labuhan dan Medan Marelan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Forwaka Dairi Dilantik, Irfandi Tekankan Profesionalisme dan Perlindungan Hukum dan Peningkatan Ekonomi Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:22 WIB

KKMP di Medan ‘Cangkang Kosong’, SPPG Diduga Cuekin Kopkel, FKKMP Sumut Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Berita Terbaru

Kajati Sumut

Wakajati Sumut Jadi Penguji Seminar Hasil PKN II di BPSDM Sumut

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:25 WIB

Sumatera Utara

Pelantikan SMSI Madina, Erris: Segera Bentuk Pokja News Room Jaga Desa!

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:25 WIB