Kejatisu Tahan PPK Proyek Penataan Kawasan Waterfront City dan Kawasan Tele Danau Toba

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menetapkan satu orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele yang menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba TA. 2022, Selasa (27/01/2026)

Tersangka yang ditahan berinisial ESK selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang merupakan pejabat yang menandatangani kontrak kerja pada lingkup Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Satuan Kerja Wilayah III Provinsi Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar melalui Kasi Penyidikan (Kasidik), Arif Kadarman, SH., MH, menyampaikan bahwa penetapan tersangka terhadap ESK, karena sebagai PPK tidak melakukan pengawasan dan mengontrol jalannya pekerjaan konstruksi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penetapan tersangka terhadap ESK setelah tim penyidik menemukan minimal dua alat bukti yang cukup. Tersangka ESK selaku PPK diduga tidak melakukan tugas dan fungsinya dalam mengawasi dan mengontrol kegiatan sebagaimana dalam kontrak kerja”, ungkap Arif didampingi Kasi Uheksi Rahman Nasution, Kasi Penkum Rizaldi dan Katim Penyidik Polim Siregar.

Selain itu, lanjut Arif, dari fakta penyidikan diperoleh temuan bahwa gambar rencana kerja atau softdrawing tidak sesuai dengan keadaan dilapangan sehingga banyak revisi dan mutu beton yang digunakan terdapat K125 dan K300 yang tidak ada PO dan tidak sesuai dengan RAB. “Hal ini menjadi tidak sesuai dengan kontrak yang ditetapkan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara berkisar Rp13 miliar. Untuk kerugian ril-nya masih dilakukan perhitungan oleh ahli”, kata Arif.

Baca Juga:  Rugikan 2,29 Miliar, Pejabat Bank Sumut KCP Krakatau Medan Ditahan Kejati Sumut, Siapa Menyusul?

Tim Penyidik menjerat tersangka dengan dugaan melanggar pasal pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 603, 604 jo pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang – Undang Hukum Pidana.

Setelah ESK ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, serta alasan subjektif penyidik, terhadap tersangka dilakukan penahanan di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan selama 20 hari kedepan.

“Terhadap tersangka ESK dilakukan penahanan berdasarkan surat perintah penahanan yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara nomor print – 02/L.2/Fd.2/1/2026 tanggal 27 Januari 2026 dengan perintah melakukan penahanan untuk 20 hari pertama di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan”, pungkas Arif

“Tim penyidik masih terus bekerja hingga saat ini untuk melakukan pendalaman dan tidak
menutup kemungkinan jika adanya keterlibatan orang atau pihak lain baik perorangan maupun koorporasi tentu akan dilakukan tindakan hukum sebagaimana mestinya”, tambahnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kajati Sumut Buka Puasa Bersama Jurnalis, Perangi Hoaks dan Fasilitasi UKW bersama PWI Sumut
Di Buka Puasa Bersama Jurnalis, Anak Yatim Terima Sembako dan Tali Asih dari Kajati, Ketua PWI, Forwaka, SMSI dan JMSI Sumut
Rehabilitasi Sumut Pasca Bencana, Menteri PU RI Berkunjung ke Kejati Sumut, Harli Siregar Siap Dukung
Bukber dan Bantuan Sosial MPI Sumut Dihadiri Wamen Haji dan Umroh RI, Kajati Sumut Sebut Momen Membanggakan
Harli Siregar Sampaikan Komitmen Dorong Perlindungan Saksi dan Korban di Proses Hukum saat Kunjungan LPSK di Kejati Sumut
Pengamat Kebijakan Publik Bilang Proyek Gedung Kejati Sumut dari Dinas PUPR Sumut Alarm Keras Bagi Pengawas Negara
PUSPHA Bilang Jika Proses Hukum Dugaan Korupsi SPPD dan Penyalahgunaan Wewenang di DPRD Medan Mandek, Jaksa Berpotensi Diprapidkan
Asintel Kejati Sumut No Coment Disinggung Dugaan Janggalnya Proyek Gedung Kejati Senilai Rp. 95 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:45 WIB

Kajati Sumut Buka Puasa Bersama Jurnalis, Perangi Hoaks dan Fasilitasi UKW bersama PWI Sumut

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:35 WIB

Di Buka Puasa Bersama Jurnalis, Anak Yatim Terima Sembako dan Tali Asih dari Kajati, Ketua PWI, Forwaka, SMSI dan JMSI Sumut

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:08 WIB

Rehabilitasi Sumut Pasca Bencana, Menteri PU RI Berkunjung ke Kejati Sumut, Harli Siregar Siap Dukung

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:23 WIB

Bukber dan Bantuan Sosial MPI Sumut Dihadiri Wamen Haji dan Umroh RI, Kajati Sumut Sebut Momen Membanggakan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:04 WIB

Pengamat Kebijakan Publik Bilang Proyek Gedung Kejati Sumut dari Dinas PUPR Sumut Alarm Keras Bagi Pengawas Negara

Berita Terbaru