Di Pelantikan Tani Merdeka Indonesia, Gubsu Bilang Ketahanan Pangan Tanggungjawab Pemerintah Pusat Hingga Desa

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan persoalan mendasar yang menyangkut kebutuhan masyarakat. Karena itu, upaya mewujudkan ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab seluruh jenjang pemerintahan, mulai dari pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh di Aula BPSDM Sumut, Medan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Bobby, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala keluarga, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah di setiap tingkatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kata Bobby, telah menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program tersebut dapat diimplementasikan hingga ke tingkat paling bawah dan dipahami oleh masyarakat.

“Tugas kita adalah bagaimana program Presiden ini bisa terimplementasi, sampai ke tingkat paling bawah dan dipahami,” kata Bobby.

Bobby menilai berbagai program Presiden Prabowo, termasuk di sektor pertanian, telah berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat dari semakin baiknya penyerapan hasil pertanian.

Untuk semakin memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bobby mengusulkan agar setiap dapur MBG ke depan memiliki surat dukungan dari kelompok tani sebagai salah satu syarat operasional. Menurutnya, langkah tersebut dapat memastikan hasil produksi petani terserap sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal.

“Kalau boleh kami mengusulkan, agar dapur MBG ke depan memiliki surat dukungan dari kelompok tani yang tergabung di dalam Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara sebagai syarat operasional,” ujar Bobby.

Baca Juga:  Dampingi Bidang Perdata dan TUN, Kejatisu MoU dengan Perumda Tirtanadi Sumut

Ia menambahkan, data menunjukkan penyerapan hasil pertanian saat ini semakin baik berkat berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

“Hari ini kami melihat program-program yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden berjalan sejalan, termasuk di bidang pertanian. Kita tahu dari data-data yang ada bahwa penyerapan hasil petani hari ini sudah sangat baik,” katanya.

Karena itu, Bobby mengajak Tani Merdeka untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Nanti dengan Tani Merdeka mungkin bisa kita kolaborasikan program-programnya, karena kami yakin semuanya sudah ada ahlinya di sana,” kata Bobby.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Sumut, Gusmiyadi, mengapresiasi komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penerapan zonasi pertanian dan peternakan di Sumatera Utara yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sektor pangan di daerah.

Gusmiyadi juga menyampaikan bahwa Sumatera Utara belum berhasil menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) 2029. Sebagai alternatif, ia mengusulkan agar Sumut menjadi tuan rumah pertemuan petani se-Indonesia.

“Kita pastikan Sumatera Utara akan menjadi basis konsolidasi kaum petani di seluruh Indonesia,” kata Gusmiyadi.

Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh tersebut turut dihadiri Ketua Umum Tani Merdeka Don Muzakir, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah kepala daerah lainnya. (PS/REL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penasehat Rianto Minta Pendawa Bantu Masyarakat
Proyek Tak Kunjung Selesai, Jalan Veteran Macet Panjang, Nihil Polisi, Kapolldasu : Telah Diteruskan ke Kapolres, Kanit Lantas Bilang Gatur Capek
PB KAMI Serukan Tobat Nasional Atasi Berbagai Bencana dan Masalah di Indonesia
MK Putuskan TNI Terlibat Pidana Biasa Diadili di Peradilan Umum
Bukan Sekadar Ziarah, PMI 2027 Bawa Misi Persaudaraan dan Perdamaian
Kapoldasu dan Kajatisu Jalin Sinerjisitas Dengan Komitmen Layani Hukum Masyarakat Secara Humanis
Dugaan Tangan Kuat Gagalkan MBG dan KKMP di Medan, FKSM Minta Usut Monopoli Pengadaan Barang dan Abaikan Naker Lokal di SPPG di Kota Medan
Timor Leste Buka Jalan ke Asia Championship 2027 di Sentul
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Penasehat Rianto Minta Pendawa Bantu Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Proyek Tak Kunjung Selesai, Jalan Veteran Macet Panjang, Nihil Polisi, Kapolldasu : Telah Diteruskan ke Kapolres, Kanit Lantas Bilang Gatur Capek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:14 WIB

PB KAMI Serukan Tobat Nasional Atasi Berbagai Bencana dan Masalah di Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:28 WIB

MK Putuskan TNI Terlibat Pidana Biasa Diadili di Peradilan Umum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Bukan Sekadar Ziarah, PMI 2027 Bawa Misi Persaudaraan dan Perdamaian

Berita Terbaru

Kajati Sumut

Wakajati Sumut Jadi Penguji Seminar Hasil PKN II di BPSDM Sumut

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:25 WIB

Sumatera Utara

Pelantikan SMSI Madina, Erris: Segera Bentuk Pokja News Room Jaga Desa!

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:25 WIB