POSKOTASUMATERA.COM-BELAWAN-Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Laksamana Muda Deny Septiana, Kamis (25/6/2026) menggelar Silaturahmi Stakeholder dan Masyarakat Maritim di Medan Belawan dengan berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolsek Belawan, Camat Belawan, Kepala Pelindo Belawan, Kepala Bea Cukai Belawan, serta sejumlah pemangku kepentingan maritim lainnya. Agenda pertemuan membahas berbagai isu strategis yang menyentuh aspek sosial, pembangunan, olahraga, hingga keamanan wilayah perairan. Belawan.
Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan kepada media ini menjelaskan, salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah rencana penyelenggaraan turnamen sepak bola antar instansi dan masyarakat Maritim Belawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan olahraga tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat pesisir. Para peserta pertemuan sepakat bahwa olahraga merupakan media efektif untuk memperkuat hubungan harmonis antara unsur pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat,” kata Wahyu.
Wahyu Kurniawan melanjutkan, selain sektor olahraga, forum juga membahas rencana pembangunan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Keberadaan pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai kebangsaan bagi anak-anak di kawasan pesisir Belawan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting untuk merealisasikan pembangunan tersebut demi kemajuan masyarakat yang berkelanjutan,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, lanjut Kolonel Wahyu Kurniawan, perhatian juga diarahkan pada isu keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Belawan serta jalur strategis Selat Malaka. Para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan laut, mencegah tindak kejahatan maritim, serta memastikan kelancaran aktivitas perdagangan dan pelayaran nasional.
“Kolaborasi antara aparat keamanan, otoritas pelabuhan, dan instansi terkait dinilai menjadi kunci dalam menjaga kawasan perairan tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Silaturahmi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekuatan maritim tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan teknologi, tetapi juga melalui komunikasi, kebersamaan, dan komitmen bersama.
“Dengan semangat gotong royong yang terjalin erat, para stakeholder maritim Belawan optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang aman, maju, dan sejahtera, sekaligus menjadikan Belawan sebagai kawasan maritim yang semakin berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya. (PS/DISPEN KODAERAL I)






